Selasa, 02 Oktober 2007

Zinedine Zidane Angkat Bicara

Soal Benturan Kepalanya

Frank Renout

Zidane.jpg Ahmad Posting
Bintang sepak bola Prancis yang keluar sebagai pemain terbaik kejuaraan dunia sepak bola, Zinédine Zindane, akhirnya buka mulut juga. Pemain sepak bola top Prancis ini menjelaskan kenapa pada babak final kejuaraan piala dunia 9 Juli lalu ia dengan keras membenturkan kepalanya pada dada pemain Italia. Alasannya Marco Materazzi telah menghina ibu dan saudara perempuan Zidane.

Hinaan terhadap ibu dan saudaranya
Setelah tiga hari tutup mulut, akhirnya Zinédine Zidane memberikan penjelasan juga. Ia diwawancarai oleh siaran televisi Prancis terpenting dan juga tampil dalam wawancara pada pemancar televisi Canal+ yang merupakan salah satu sponsornya.

Zidane selalu tampil dalam berita halaman depan. Tidak hanya di Prancis dan Italia, tetapi di mana-mana. Semua orang ingin tahu, kenapa pemain sepak bola terbaik di antara pemain seusianya ini dengan keras membenturkan kepalanya pada dada pemain Italia Marco Materazzi, sehingga Zidane sendiri akhirnya diganjar kartu merah, diusir dari lapangan.

Alasannya jelas, kata Zizou, nama panggilan Zinédine Zidane. Ia dihina. Kata-kata Materazzi itu diarahkan pada keluarga Zizou. Pemain Italia itu menghina ibunya dan saudara perempuannya, berkal-kali. Saya sebenarnya ingin terus main, kata Zidane. Tapi kalau sampai tiga kali, ya terjadilah apa yang waktu itu terjadi.

Zidane merasa sangat terhina sampai dalam sekali. Apa yang persisnya diucapkan oleh Marco Materazzi tidak mau diulangnya lagi. Kadang-kadang kata-kata lebih menyakitkan katimbang perbuatan. Hanya itulah yang mau dikatakannya. Zizou sendiri lebih ingin memperoleh, begitu katanya secara harafiah, "tamparan pada mulutnya," katimbang mendengar hinaan ini. Versi Zidane ini menimbulkan kontroversi.

Seolah tak mau ketinggalan, Marco Materazzi sendiri juga tampil dalam berita. Kepada koran sport Italia, La Gazzetta dello Sport, ia berujar tidak menyinggung-nyinggung soal ibu Zidane. "Bagi saya ibu itu seorang yang suci," demikian Materazzi dikutip koran olah raga Italia tadi.

Tak menyesal
Bagaimanapun juga, Zidane tidak menyesali benturan kepalanya. Dengan menyesali, demikian Zizou, maka ia akan juga menyetujui kata-kata kasar Materazzi. Dan itu sama sekali tidak akan dilakukannya. Ia tetap minta maaf, tetapi tidak kepada pemain Italia.

Terutama karena milyaran orang, jutaan anak menonton pertandingan itu, termasuk juga sundulan keras kepala Zidane. Zizou minta maaf kepada para pemirsa, kepada para penonton anak-anak. Tiada dalih yang bisa membenarkan tindakannya.

Bintang sepak bola Prancis ini juga sadar dirinya adalah suri tauladan. Jutaan anak yang bermain bola di seluruh dunia memujanya. Karena itu ia resah telah memperlihatkan contoh yang tidak baik kepada anak-anak penggemarnya. Sebagai bintang sepakbola Zidane juga sadar akan posisinya dalam masyarakat. Pada dua wawancara televisi Prancis semalam, berulang kali ia menekankan dirinya ingin anak-anak pencandu bola sadar bahwa kelakuannya itu bodoh dan tidak dapat diterima.

Tema politik
Zidane sekarang juga berubah menjadi tema politik. Di Prancis dan Italia sundulan kepala itu sudah berhari-hari menjadi pembicaraan banyak politisi, walaupun misalnya hanya digunakan sebagai bahan pembicaraan dengan rakyat. Perdana menteri Prancis Dominique de Villepin mengakui bahwa sejumlah aksi di lapangan rumput "tidak dapat diterima", tetapi setelah itu secara jelas ia memuji "tindakan kepahlawanan yang luar biasa" yang dilakukan Zidane. Mantan perdana menteri Jean-Pierre Rafarin di situs webnya mengetengahkan pendapat yang berapi-api dengan judul 'Zinédine Zidane: kenapa aku tetap cinta kau!'. Rafarin menjawab, "Sekarang kita tahu bahwa ia (Zidane) tidaklah sempurna. Ia bukan Tuhan. Ia seorang laki-laki dengan segala kekurangannya. Karena itu saya cinta padanya."

Tetapi sundulan kepala ini juga menyebabkan reaksi-reaksi yang menggelikan. Misalnya anak-anak pemain bola dari kota Marseille, kota asal Zidane, menggunakan sundulan kepala sebagai gurauan antara satu dengan lainnya di lapangan. Di internet beredar banyak film tentang orang-orang yang saling menyundulkan kepala atau membenturkan kepala pada dada orang lain. Bahkan sekarang juga ada reaksi dalam bentuk musik. Di Prancis sejumlah musisi merekam lagu berirama Karibia dengan judul 'Coup de Boule' yang artinya 'sundulan kepala'. Bagian refreinnya sederhana: "Sundulan kanan, sundulan kiri, Zidane sundul dia!.

Tidak ada komentar: